BISNIS TAK DIRESTUI
Jiwa bisnis yang mulai dari
Sekolah Menengah Kejuruan aku dapatkan, karena melihat saudara yang sukses dengan
bisnisnya hingga sekarang tanpa tahu seperti apa mereka berusaha merintis
bisnis tersebut dengan susah payah“ tahu bakso”. Dan dari itu aku mulai
tertarik untuk mempelajari apaitu bisnis. Dengan referensi seadanya yaitu
internet dan sejenisnya. Dengan melakukan bisnis yang bermodalkan uang saku
yaitu jualan pulsa, bukan untuk diputar lagi
keuntungannya namun untuk sekedar jajan ataupun main dengan teman.
Seminggu berjalan keuntungan mulai kelihatan dan melebihi uang saku. Disitu
saya mulai hedon karena jaman – jaman pacaran dan sok traktir teman atau pacar
dengan keuntungan bisnis yang sangat sedikit. Sebulan berjalan lebih banyak
teman yang ngutang dan ngutang entah membayarnya kapan. Dan aku tidak mencatat
itu semua, walaupun aku tau aku tidak menanyakan kepada temanku karena aku gak
bisa meminta – minta seperti itu. Mulai dari situ bisnis ku mulai bangkrut
(yaaa gila cepet bener haha). Karena aku orang yang sangat tertutup dengan
siapapun walaupun dengan ibu sendiri, namun saat itu aku mencoba untuk curhat
dengan ibu mengenai bisnisku ini. Namun sebelum curhat itu aku sudah tahu apa
jawabannya yaitu tidak direstui. Dan yaaaa benar setelah menjelaskan semuanya
ibu benar tidak merestui jualan pulsa ku itu dengan memberikan pengarahan
mengenai risiko – risiko negatif yang akan terjadi tanpa memberikan solusi. Aku
paham karena sebagai orang tua tingkat khawatir tinggi, dan mencoba untuk
mengalihkan supaya uang saku yang diberikan digunakan sebagaimana mestinya.
Namun aku tetap berusaha untuk menjalankan bisnis ini hingga lebih dari 4kali
bangkrut dan akhirnya tidak jalan.
Memasuki masa – masa kuliah
dengan rasa ambisi mendapatkan uang saku yang lebih untuk menjalankan suatu
bisnis selain pulsa. Terlebih aku menemukan orang – orang yang menyukai bisnis,
sambil menambah uang saku untuk sehari – hari. Kita ber 5 orang menjalankan
bisnis yaitu menjual kaos kerah, supplier dari pabrik daerah kabupaten
Semarang. Pada saat itu kita menjalani bisnis dengan sangat semangat dan mulai
mengenal apa yang dinamakan manajemen keuangan dengan bantuan catatan Ms. Exel
seadanya. Namun bisnis kali ini sangat rapi pencatatannya dan aku berfikir
hingga ingin membuka toko. Dengan keuntungan yang besar dan melebihi uang saku
kami untuk seminggu kita optimis untuk kesuksesan bisnis ini. Namun pada bulan
ketiga tiba – tiba ada seorang penjual yang menjual kaos kerah seperti kami
dengan harga yang jauh lebih murah dari kami bahkan pasar, sehingga merusak
harga pasar kaos kerah. Mulai saat itu kita tanpa mencari jalan keluar, kita menyerah
dan pasrah dengan keadaan karena kurang memang begitu banyak tugas kuliah yang
menumpuk . Lagi – lagi kita gagal dank arena tidak meminta restu orang tua.
Masuk semester 3 pelajaran mulai
ringan dan aku mencoba untuk mencari peruntungan lagi dengan membuat gelang
yang terbuat dari kain jeans. Memulainya dengan menggunakan celana jeans bekas
yang kita potong potong menjadi gelang setengah kemudian aku berikan ke
penjahit dekat rumah. Gelang tersebut aku jual ke teman – teman dan saat itu
belum musim dengan yang namanya online, jadi aku menjualnya dari teman ke teman
dan ternyata laku. Lumayan untuk menambah uang saku dan bisa lagi – lagi jalan
jalan dengan pacar (hehehe). Ibu tau aku jualan gelang jeans tapi lagi – lagi
tidak merestui bisnis ku ini. Namun aku optimis bisnis ini berjalan dengan baik
karena terus laku dan tak lupa aku mencatat pengeluaran dan pemasukan. Namun
setelah berjalan beberapa bulan saat aku akan menjahitkan gelang ternyata
penjahitnya tutup dan pindah entah kemana. Disitu aku tidak mau menyerah dan
mencari penjahit lainnnya, namun yang aku dapat di penjahit lain, rata – rata
menolak, harga mahal, tidak rapi , dan lain sebagainya. Aku mulai menyerah,
frustasi bahkan aku beli mesin jahit tangan tapi gak bisa menjahitnya dan
akhirnya hanya menjual sisa – sisa gelang yang ada. Tak lagi melanjutkan
produksi gelang jeans yang ku beri lable DK.
Setelah itu aku mulai mencoba
lagi dengan bisnis jual beli laptop namun hanya berjalan satu bulan saja dan
hanya menjual beberapa buah karena mulai mengenal toko online, dan disuatu hari
aku sedang mencari – cari laptop namun muncul suatu gambar di toko OXL sebuah
vespa butut dengan harga 1,5 jt rupiah. Karena dari SMP ingin sekali membeli
vespa namun tidak kesampaian karena belum ada uang. Namun sekarang sudah ada
uang hasil jual beli laptop untuk membeli vespa. Aku tidak bisa menahan nafsu
untuk membeli itu , namun tetap aku harus ijin ibu dan lagi – lagi tak
mendapatkan restu. Namun aku terus untuk membeli vepsa itu. Dengan adiku aku
mengambil vespa itu lumayan jauh dari rumah, dan deal akhirnya aku membeli
vespa itu dengan segala keterbatasannya (as ayun depan bengkok, mesin kasar,
seal ban belakang bocor, kampas kompling selip, lampu mati, ban halus, tidak
ada plat nomor, pajak mati lama dan BPKB juga tidak ada) karena lebih besar
nafsu dari pada akal sehat. Dan yaaaaa baru seperempat perjalanan pulang kabel
kopling vespaku putus dan aku tak tau harus bagaimana. Ku telfon bapak penjual
untuk memperbaiki tali kopling vespaku yang putus dengan rasa ingin
meninggalkan vespa itu (sedikit menyesal membeli). Setelah menunggu satu jam
akhirnya si bapak penyelamat datang, dan memperbaiki kopling vespaku. Namun aku
mengeluh dengan si bapak karena ragu apakah vespa tersebut mampu sampai rumah
dengan selamat dengan segala keterbatasan itu. Dengan wajah serius bapak
menatapku dan berkata “ sing penting yakin “ (yang penting percaya). Dan aku
percaya si bapak, aku pun melanjutkan perjalananku dengan masih penuh rasa
khawatir dengan semua kekurangan vespaku. Akhirnya sampailah dirumah dan lagi –
lagi orang tua marah karena membeli vespa yang menurut mereka sangat jelek itu.
Hari selanjutnya aku langsung bawa ke bengkel vespa untuk memperbaiki semua
kekurangan vespa ku. Dengan uang pas pasan ternyata biaya perbaikan nya 400rb
aku merasa sangat bodoh karena membeli vespa menuruti nafsuku yang ingin
memiliki hahaha. Karena aku pun tidak spare uang untuk perbaikan vespa
tersebut. Rugi!!!!!!!!, itu yang ada dalam hati setelah aku memperbaiki
vespaku. Setelah diperbaiki aku bawa pulang dengan adiku dan ternyata
koplingnya trouble lagi dan mogok , dengan susah payah aku bawa vespa ke
bengkel semula karena gak terlalu jauh dan masih garansi. Dan akhirnya VEBI
(vespa biru) harus rawat inap (ditinggal) dengan berat hati aku tinggalkan
vebi. Keesokan harinya langsung aku ambil vebi dan ternyata lancar kemana –
mana. Karena masih senang – senangnya naik vespa jadi pusat perhatian kalau
naik dan jadi tambah PD maka tidak ada niat untuk jual itu vespa. Namun selang
berjalan beberapa hari aku berfikir kenapa tidak aku jual beli vespa . Dan ya
setelah punya pikiran itu aku jual beli vespa dan bahkan motor – motor lain
tapi yang klasik sampai – sampai aku punya 3 motor. Namun pada jual beli itu
kebanyakan malah rugi karena ongkos perbaikan lebih banyak dibandingkan dengan
laba dari jual. Karena hobi aku jalani dengan senang hati. Namun lagi – lagi karena orang tua tidak
merestui bisnisku.
Mulai masuk dengan dunia
pekerjaan, mulai mendapatkan gaji dan dalam hati nafsu untuk membeli motor
klasik sangat besar. Dan akhirnya aku membeli motor klasik sampai 4 motor yaitu
GL100 th 1982, Honda astrea 800 th 1984, piaggio vespa super th 1979 dan
piaggio vespa PX th 1984 dan biaya perbaikannya sangat besar dibanding dengan
harga belinya.
Aku enggan berniat untuk menjual motor – motor itu. Mulai lah nafsuku memuncak untuk membeli mobil karena aku juga janji untuk membeli mobil dengan usia 21 th. Tetap tapi mobil klasik Lancer SL tahun 1981 sebenarnya mobil ini sangat bagus dan hanya butuh perbaikan sedikit.
Niatku untuk jual
beli mobil ini. Lagi – lagi karena tidak direstui dan aku tidak bilang kepada
orang tua. Akhirnya aku kena musibah mobil yg kutitipkan di kosan teman
terendam banjir di daerah Jakarta. Yap mulai saat itu pusing, pening, panik
belum tahu harus bagaimana, aku akhirnya mengambil keputusan untuk memperbaiki
mobil itu dengan biaya melebihi harga jual mobil. Yah saran aja untuk sebelum
melakukan hal apapun mohon untuk ijin orang tua dan mohon doa restu, jangan
takuk ditolak atau tidak diijinkan. Jika alasan dan tujuanmu jelas tidak
kareana hawa nafsu saja mereka pasti mengijinkan. Dan tolong jelaskan ke mereka
dengan sejelas – jelasnya , kerena meminta doa restu itu tidak gampang.
Salam,
Penulis
Kristedo Sakti Nugroho



Komentar
Posting Komentar